Sign by Ryyan ruwet -

Bagi kalian para followers selamat datang dan selamat menikmati artikel dalam blog ini dan silahkan bebas mengCopy " GGRRRRAAAAAAATTTIIIISSSS "

Not Indonesian, Please translate here :

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : ryyanruwetwetruwet & ther - wher
Tampilkan NavBar
















 Craagle adalah sebuah aplikasi/software pencari crack dan serial. aplikasi ini sangat mudah digunakan so cepetan download dech.
Untuk mulai menggunakan Anda tinggal pilih di opsi what mau cari apanya apa carcks serial dll, setelah itu di opsi where tinggal klik mau dicari dimana crack-kannya kalau di klik tanda panahnya akan muncul berbagai situs yang akan dicarinya, jadi aplikasi ini mencari keygen berdasarkan situs berikut :
  1. Seriall.com

  2. FreeSerials.com

  3. SerialSite.com

  4. Serials.ws

  5. Serialdb.com

  6. Andr.net

  7. SerialKey.net

  8. SerialArchive.com

  9. CrackzPlanet.com

  10. MsCracks.com

  11. CrackPortal.com

  12. MySerials.com

  13. Keygen.name

  14. TheKeys.ws
Kalau saran saya udah biarin aja Search All, lalu baru deh di opsi Search ketik aplikasi yang akan Anda cari crack-nya dan lain-lainnya lalu enter, maka secara otomatis aplikasi ini akan mencari crack yang Anda mau. Pada Prinsipnya aplikasi ini adalah aplikasi semacam search yang akan mencari apa yang Anda ketik di situs-situs diatas. Apabila Anda tertarik silahkan Anda mendownload-nya disini. Selamat menikmati crack-kannya.


Download Craagle di bawah ini:


Free Download Craagle

Warga Beramai - Ramai Mengantar Pemakaman Mbah Marijan Sang Juru Kunci Merapi



                    Iring-iringan Mengantar Jenazah Mbah Maridjan|Foto: Fathan Rangkuti C&R
Iring-iringan Mengantar Jenazah Mbah Maridjan|Foto: Fathan Rangkuti C&R
Suasana haru menyelimuti pemakaman Mbah Maridjan di Desa Serunen, Kelurahan Gelagah Harjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Ribuan warga memadati pemakaman juru kunci Gunung Merapi itu. Sejak pagi masyarakat telah menunggu iring-iringan jenazah Mbah Maridjan di pinggir-pinggir jalan.
Antusiasme masyarakat itu merupakan bentuk penghormatan terhadap almarhum.
Menurut Yatno, warga setempat,"Mbah Maridjan adalah tokoh masyarakat yang hidupnya dihabiskan di kaki Gunung Merapi. Mbah, menjalankan amanat Sri Sultan IX, dengan tulus. Sehingga apapun yang terjadi terhadap dirinya, beliau tetap setia menjaga amanatnya," ujar petani Desa Serunen itu.
Selain itu, bintang iklan minuman energi Kuku Bima itu juga dikenal sebagai pribadi yang sederna dan humoris. Yatno mengatakan pernah bertemu dengan Mbah Maridjan beberapa kali. "Orang lucu, suka ketawa. Yang saya tahu, Mbah Maridjan juga memperhatikan kehidupan sosial. Beberapa waktu lalu, beliau juga menyumbang untuk membangunan masjid dekat rumahnya. Dan ketika beliau mendapatkan rezeki sebagai bintang iklan. Beliau membagikan kepada masyarakat di sekitar rumahnya. Beliau adalah contoh, masyarakat yang baik dan peduli,"beber Yatno. 

2 mahasiswa Afrika Selatan Berhaji naik Sepeda

 Mekah: Melewati Bostwana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah, dan Yordania, Nathim Caircross (28 tahun) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25 tahun) mengayuh sepeda ke Arab Saudi. Setiap hari mereka harus mengayuh sejauh 80-100 km, bermula dari Cape Town, Afrika Selatan. "Mengayuh sepeda ke Kerajaan dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami melakukan perjalanan dengan cara ini sehingga kita siap untuk menjalani kerasnya ibadah haji," kata Cairncross, yang berprofesi sebagai perencana kota, sepeti dikutip arabnews.com.
Di Cape Town mereka kuliah hukum Islam di sebuah universitas. Cairncross hobi berselancar angin, Haron hobi kickboxing dan mendaki gunung. Cairncross kemudian kursus perencanaan kota yang kemudian mengantarnhya kepada dunia kerja. Mereka mengaku bahagia begitu tiba di perbatasan Arab.
Mereka memulai perjalanan pada 7 Februari 2010. Ini adalah perjalanan haji pertama mereka. "Kami bisa naik pesawat, tapi kami menghargai perjalanan yang berbeda. Jadi kami memilih menggunakan sepeda kami. Bersepeda adalah kegiatan yang paling kami sukai," kata Cairncross.
Senja tiba, mereka akan mencari masjid atau memasang untuk beristirahat. Selepas Subuh, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Selama perjalanan, Selama perjalanan,eka menemukan orang-orang yang ramah dan menyambut baik mereka. Orang-orang salut atas perjalanan haji mereka. Tawaran makan pun berdatangan selama di perjalanan
Mereka membawa bekal yang minim. Tawaran bantuan uang pun berdatangan kepada mereka. Di perbatasan Arab, petugas keamanan juga menyambut ramah dua jamaah yang harus pula turun naik pegunungan dengan mengayuh sepeda. Melewati sembilan negara selama sembilan bulan, mereka sering mengganti ban dan memperbaiki rantai sepeda. Masalah bahasa sedikit menjadi kendala dalam perjalanan mereka. Tapi, mereka bisa mengatasinya. Selesai berhaji, mereka akan pulang melalui Afrika Barat.

Benarkah Peringatan Tsunami di Mentawai TERLAMBAT ?????




Pesisir Pantai Pagai, Kepulauan Mentawai, yang dilanda tsunami
Tsunami di Mentawai telah diprediksi jauh sebelum gempa 7,9 skala Richter mengguncang Sumbar, 30 September 2009. Dan prediksi ini terbukti.
Tak lama setelah gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Mentawai, pada pukul 21.42, 25 Oktober 2010, muncullah tsunami itu. Pemukiman yang berada di pantai barat gugusan Kepulauan Mentawai dihajar gelombang yang menurut saksi mata setinggi pohon kelapa. Sebuah resor wisata bernama Makaroni yang dikelola asing luluh lantak.
Menurut pengakuan warga Sikakap, Supri Lindra, tsunami datang hanya berselang 10 menit setelah gempa terjadi. Warga tidak memikirkan gempa itu mengarah ke tsunami karena dirasakan tidak terasa lebih kuat dari gempa 7,9 SR akhir September 2009.
Apalagi, seperti pengakuan Rahmadi, aktivis Yayasan Citra Mandiri (YCM) mengatakan, warga tidak sempat berlari setelah gempa karena tertidur. “Di Mentawai tidak seperti di Padang, jam delapan malam (20.00 WIB) mereka sudah pada tidur. Apalagi malam itu hujan deras sehingga lonceng gereja tidak terdengar,” katanya. Dan terlambat, mereka pun disaput tsunami.
Sementara di Kota Padang, Ibukota Sumatera Barat, gempa pada Senin malam itu dirasakan cukup lama, lebih dari 30 detik. Ayunannya pun teratur dan stabil dan tidak merusak sejumlah infrastruktur di Padang. “Seperti terombang-ambing di kapal,” ujar Fitra Heldi (35) warga Perumnas Belimbing, Padang.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengumumkan, gempa itu berpotensi tsunami. Walikota Padang Fauzi Bahar segera mengumumkan lewat radio pemerintah di Padang  agar warga segera menjauhi kawasan pantai.
Di Padang, masyarakat berbondong-bondong mengungsi mengarah ke dataran tinggi. Jalan menuju arah by pass (batas aman tsunami di Padang) padat. Sejam setelah gempa, dipastikan tsunami tak mampir di Padang.
Sementara di saat yang sama, ribuan warga di Mentawai bergulat dengan hidupnya melawan derasnya gelombang tsunami. Informasi seperti tersekat, maklum saja, belum seluruh kawasan tersambung listrik.
Keesokan harinya, Selasa, 26 Oktober 2010, warga Mentawai yang berdiam di Sikakap mengabarkan ada tsunami menghantam Sikakap. Dua orang dikabarkan tewas di Dusun Munte Baru-Baru, Pagai Selatan. Selasa pagi, seorang warga Australia mengabarkan ke dunia lewat Skynews bahwa dia telah mengalami tsunami di sebuah kawasan wisata di Mentawai. Dunia heboh.
Apa yang terjadi? Mengapa Mentawai seakan terlewatkan dalam mitigasi tsunami?
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika jelas sudah menjalankan tugasnya menyampaikan peringatan dini. Namun apakah rakyat di Mentawai menerima informasi yang sama?
Selain faktor kedekatan dengan episentrum gempa, Mentawai belum terpasang sistem peringatan dini. Enam sirene tsunami yang ada di Sumatera Barat tak satu pun terpasang di salah satu pulau terluar Indonesia itu. Sinyal bahaya di Kepulauan Mentawai yang menjadi episentrum gempa besar dan bahaya tsunami bagi kawasan di Pantai Barat Sumbar hanya mengandalkan lonceng gereja.
Baru “November ini kita berencana memasang perangkat komunikasi terpadu di Mentawai sehingga komunikasi antar kecamatan dengan provinsi dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional) berjalan lancar,” kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edward, pada VIVAnews.
Namun meski terpasang pun, Ade Edward pernah menjelaskan pada Juli 2010 lalu, sistem peringatan dini bekerja dalam rentang 15 menit setelah gempa. “Saat terjadi gempa besar, kita mempunyai waktu 15 menit untuk membunyikan sirene yang ada sebagai tanda peringatan tsunami bagi warga,” ujar Ade. Jelas, untuk Mentawai, alat ini tak cukup memadai, karena seperti yang dialami Supri Lindra, warga Sikakap, tsunami datang selang 10 menit saja dari gempa.
Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana berencana memasang alat yang lebih akurat, sebuah kamera pengintai di perairan Mentawai.
Pemerintah juga akan memperbaiki jalur penghubung antar dusun ke kecamatan di Pagai yang masih sebatas jalan beton. Akses jalan yang terbatas mempersulit  proses evakuasi tsunami di daratan ‘Tanah Sikerei’. November bulan ini, pemerintah berniat membangun jaringan  telekomunikasi  berbasis satelit.
Program ini, menurut Ade telah disetujui pusat dan akan dibiayai APBN. “Komunikasi berbasis satelit ini akan menghubungkan antar dusun ke kecamatan, dari kecamatan bisa langsung ke BPBD Provinsi. Sedangkan dari kabupaten bisa langsung ke BNPB,” ujar Ade.
Hanya saja, rencana ini masih belum terwujud karena masih dalam pembahasan teknis. Bagi kawasan di daerah Pantai Barat Sumatera, Ade menawarkan komunikasi berbasis handy talky (HT) yang terkoneksi ke sejumlah masjid untuk mempercepat proses early warning system.
HT  yang  sudah dimodifikasi ini hanya memakan biaya  Rp 20 juta hingga Rp50 juta. “Ini perlu kita lakukan segera. Karena memperkuat basis komunikasi di Mentawai sama dengan menyelamatkan Sumbar secara keseluruhan,” katanya.

Niat Hamil, Gadis Ini Dijuluki Pemburu Sperma

"Ini adalah saat tepat untuk memiliki bayi dan tidak ada yang bisa menghalangiku,"
VIVAnews- Seorang wanita asal Inggris, Lara Carter, 25 tahun, ingin segera hamil meski belum menikah. Selama ini ia telah bercinta dengan lebih dari 20 pria saat ia berada pada masa subur, tapi belum juga hamil. Ia menamakan dirinya sebagai 'pemburu sperma'.


Ia menggunakan alat pengukur ovulasi yang memberitahunya kapan saat subur tiba. Lalu, jika saat subur tiba ia akan pura-pura mabuk dan 'melempar' dirinya pada pria untuk menutupi keinginannya berhubungan seks untuk hamil. Jika Lara bertemu dengan pria yang ingin menggunakan kondom, ia telah menyiapkan kondom khusus yang telah dilubangi.


"Ini adalah saat tepat untuk memiliki bayi dan tidak ada yang bisa menghalangiku. Semua temanku sudah memiliki bayi. Aku sangat ingin menjadi ibu," kata Lara seperti dikutip dari The Sun.


Masalahnya, sampai saat ini Lara tidak memiliki pasangan dan hubungan yang stabil. Ia juga kesulitan mencari pasangan yang ingin memiliki anak. Hal itu karena pria seusianya belum ingin memiliki anak dan mereka keberatan dengan ide Lara. Ketika ia mengungkapkan idenya pada pasangannya, justru ia ditinggalkan. Karena itu ia memutuskan menjadi orangtua tunggal.
Tapi, ia tidak bermasalah dengan kondisi itu, karena ia hanya membutuhkan sperma dari pria mana saja untuk bisa hamil. Obsesinya untuk hamil muncul tahun lalu ketika ia mendatangi pesta kelahiran anak temannya.


"Aku sangat menyukai anak-anak dan ingin menjadi ibu sejak kecil, keinginan itu pun menjadi obsesi. Aku memiliki misi dalam hidup untuk hamil," katanya menambahkan. 


Sedangkan, untuk bisa hamil dengan mendapatkan sperma di bank sperma juga tidak sesuai dengan kondisi keuangannya. Untuk konsultasi saja memakan biaya £295 atau setara dengan Rp4,1 juta dan biaya keseluruhannya bisa mencapai £2.000 atau setara dengan Rp28,2 juta.


Dalam menjalankan 'misinya', Lara memiliki trik tersendiri agar biayanya lebih murah. Yaitu, mencari pria untuk 'one night stand'. Walapun begitu ia juga tetap mengeluarkan biaya untuk memeriksa masa suburnya.


"Pertama, aku akan memeriksa apakah sedang subur atau tidak. Tes ini cukup mahal, untuk tiap pak harganya £20 (Rp282.000) dan terkadang ketika sedang subur aku tidak bisa menemukan pria yang sesuai. Biasanya, setelah berdandan aku akan bertemu dengan teman di bar dan mencari pria yang potensial untuk menjadi donor sperma," kata Lara. 


Ia juga telah menyiapkan baju dan perlengkapan untuk bayinya kelak. Padahal sampai saat ini belum ada tanda-tanda kehamilan. "Saat aku melihat baju bayi yang cantik aku selalu membelinya. Aku juga telah menyiapkan nama, mungkin Tilly, James atau Matthew. Selain itu aku juga minum vitamin kesuburan meskipun harganya mahal," katanya menambahkan.

Buku Tamu

ShoutMix chat widget

Most Populer